PENGGUNAAN EKSTRAK BUAH MURBEI (Morbus Alba L) SEBAGAI PEWARNAAN ALTERNATIF PENGGANTI GIEMSA PADA PEMERIKASAAN MALARIA METODE SEDIAAN APUS DARAH TEBAL

Penulis

  • Rosalia Maria Hysentha Jamlean, Anita Oktari, Dani Mahmud Penulis

Kata Kunci:

Buah murbei, Antosianin, Pewarna Alternatif, Apus Darah Malaria

Abstrak

 Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang disebut Plasmodium, yang tahap perkembangbiakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit malaria adalah dengan melakukan pemeriksaan sediaan apus darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah penggunaan ekstrak buah murbei dapat digunakan sebagai pewarna alternatif dan pada konsentrasi berapa hasil pewarnaan layak digunakan. Metode yang digunakan adalah bersifat eksperimen. Antosianin digunakan sebagai zat warna alternatif pada pewarnaan sediaan apus darah tebal (malaria) dengan modifikasi ekstrak buah murbei.Konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 12%, 14%, 16%, 18%, dan 20%. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney U maka diketahui bahwa setiap konsentrasi ekstrak murbei memberikan nilai Asymp.Sig < 0,05 maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi murbei yang digunakan tidak bisa digunakan untuk memberikan pewarnaan yang sama dengan kualitas pewarnaan Giemsa 3% dan Esktrak buah Murbei tidak dapat digunakan sebagai pewarna alternatif. Pada penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan ekstrak buah murbei yang sangat tinggi atau pekat.Pembuatan atau penggunaan ekstrak buah murbei lebih memperhatikan tingkat pH,atau keasaman.Sampel yang akan digunakan lebih baik menggunakan darah yang masih segar Peneliti yang akan melakukan pengujian tentang Malaria harus mempunyai jam terbang yang tinggi tentang cara pemeriksaan dan mengenal morfologi dari setiap stadium Malaria dengan baik.
Key: Buah murbei, Antosianin, Pewarna Alternatif, Apus Darah Malaria

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-18

Terbitan

Bagian

Articles