PEWARNAAN JAMUR Aspergillus.sp DENGAN PEWARNA ALTERNATIF DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea)
Kata Kunci:
Bunga Telang, Antosianin, Pewarna Alternatif, Jamur Aspergillus.spAbstrak
Aspergillus.sp adalah jamur tanah pembusuk yang umumnya berperan penting sebagai pendaur ulang unsur hara pada sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Zat warna yang biasa digunakan di laboratorium umumnya merupakan bahan kimia seperti KOH, metilen blue, dan lactofenol, yang tidak ramah lingkungan dan harganya juga cukup mahal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah penggunaan ekstrak bunga telang dapat digunakan sebagai pewarna alternatif dan pada konsentrasi berapa hasil pewarnaan terlihat maksimum terwarnai, dan jenis larutan mana yang paling optimum. Metode yang digunakan yaitu bersifat eksperimen. Kandungan antosianin pada bunga telang digunakan sebagai zat warna alternatif pada pewarnaan identifikasi jamur Aspergillus flavus. Dengan menggunakan metode ekstraksi dan dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan Freeze Dryer, bunga telang dibuat 2 variasi jenis larutan yaitu larutan dengan modifikasi dan larutan tanpa modifikasi dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Dan secara berturut- turut menghasilkan nilai rata-rata kualitas warna 1,5; 2,0; 1,7; 1,0; 1,3; 1,5. LPCB diketahui memberikan kualitas warna yang baik dengan nilai rata-rata 3. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan uji Kruskal Wallis dengan perhitungan spss memberikan nilai Asymp.Sig < 0.05. Maka pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedan yang signifikan antara variasi konsentrasi ekstrak bunga telang dengan kontrol. Ekstrak bunga telang yang menghasilkan pewarnaan paling optimum adalah konsentrasi 10% tanpa modifikasi. Pada penelitian selanjutnya diharapkan melakukan uji lanjutan yaitu uji stabilitas dan membuat ekstrak bunga telang dengan variasi konsentrasi yang lebih tinggi atau pekat, juga dapat mengganti jenis larutan yang digunakan dengan larutan asam.