Perbandingan Maserasi Umbi Bawang Dayak Dengan Air Suhu 40⁰C Dan 60⁰C Terhadap Jaringan Hepar Tikus Diabetes Mellitus Yang Dindiksi Aloksan
Kata Kunci:
Aloksan, Diabetes Melitus, Hasil Maserasi Bawang Dayak, Penyeduhan, Hepar Tikus PutihAbstrak
Proses fiksasi dan pewarnaan histologi merupakan metode penting dalam mengamati kerusakan jaringan akibat penyakit, termasuk pada diabetes melitus yang diinduksi aloksan. Diabetes melitus dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel hati (hepatosit). hasil maserasi umbi bawang dayak diketahui mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi mengurangi kerusakan jaringan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Hasil Maserasi umbi bawang dayak yang diperoleh melalui penyeduhan air bersuhu 40°C terhadap kualitas jaringan hepar tikus putih diabetes melitus yang diinduksi aloksan, dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Metode Maserasi ini meniru cara tradisional penyeduhan herbal, yang bertujuan mempertahankan kestabilan senyawa aktif seperti flavonoid dan fenolik. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan desain s tatic group comparison pada 48 ekor tikus putih yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi p = 0,001 (<0,05), yang berarti pemberian Hasil Maserasi bawang dayak hasil seduhan 40°C secara signifikan mengurangi kerusakan jaringan hati tikus putih diabetes. Kesimpulannya, Hasil Maserasi umbi bawang dayak hasil penyeduhan pada suhu 40°C efektif memperbaiki kualitas jaringan hati tikus putih diabetes yang diamati melalui pewarnaan HE.