EFEKTIVITAS DIAGNOSIS TUBERCULOSIS MENGGUNAKAN TES CEPAT MOLEKULER DENGAN PEMERIKSAAN BTA METODE ZIEHL-NEELSEN DI PUSKESMAS KECAMATAN PESANGGRAHAN

Penulis

  • Iis Kurniati Penulis
  • Desmawati B Penulis
  • Isti Sofia Insani Penulis
  • Firman Solihat Penulis

Kata Kunci:

Diagnosis, Puskesmas, Tes Cepat Molekuler, Tuberkulosis, Ziehl-Neelsen

Abstrak

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Tes Cepat Molekuler (TCM) dan membandingkannya dengan pemeriksaan BTA metode Ziehl-Neelsen (ZN) dalam mendiagnosis TBCC di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 232 pasien yang menjalani pemeriksaan TCM dan ZN. Data dianalisis menggunakan tabel diagnostik 2x2 untuk menghitung sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif, dan akurasi, serta uji McNemar untuk mengetahui perbedaan efektivitas kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCM memiliki sensitivitas 73,8%, spesifisitas 89,1%, nilai prediktif positif 88,2%, nilai prediktif negatif 75,4%, dan akurasi 81%. Sedangkan pemeriksaan ZN menunjukkan sensitivitas 65,6%, spesifisitas 90,9%, dan akurasi 77,6%. Uji McNemar menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode (p = 0,001). Kesimpulannya, TCM lebih efektif dibandingkan metode Ziehl- Neelsen dalam mendiagnosis tuberculosis. Oleh karena itu, TCM direkomendasikan sebagai metode diagnosis utama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-31

Terbitan

Bagian

Articles