PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SAMPEL DARAH DI DALAM KOTAK PENDINGIN TERHADAP KADAR KOLESTROL TOTAL YANG DIUKUR DENGAN METODE CHOD PAP
Kata Kunci:
Kolesterol Total, penundaan, transportasi, Plasma EDTAAbstrak
Efek transportasi dan keterlambatan dalam pemrosesan darah terhadap kadar parameter klinik sangat penting diketahui karena kadar parameter klinik dipengaruhi waktu tunda dan suhu. Beberapa pasien, terutama individu yang lebih tua dan lebih sakit, mungkin meminta pengambilan darah dilakukan di di rumah. Jika transportasi atau keterlambatan dalam pemrosesan sampel mempengaruhi kadar parameter klinik yang diperiksa, mungkin ada kekhawatiran terjadi perbedaan kadar parameter klinik antara yang awal dengan saat diperiksa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama sampel bisa disimpan di dalam kotak pendingin tanpa mempengaruhi nilai kolesterol total.dari plasma EDTA yg disimpan di kotak pendingin dengan ukuran lebar 280 x 180 mm dan tinggi 200 mm dengan daya tampung 5,5 liter. Suhu yang diatur 2-10 ˚C dengan menggunakan pendingin berupa blue ice yang disimpan di sekililing box agar suhu box tetap terjaga. Pemeriksaan ini dilakukan selama 1, 2, 3, 4, 5 jam dengan indikator bahwa jika sudah terjadi perubahan signifikan pada salah satu rentang waktu tersebut, maka sampel tidak bisa dipakai. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dua arah. Didapatkan kadar kolesterol pada plasma EDTA yang disimpan pada boks pendingin pada satu, dua, tiga, empat, dan lima jam penyimpanan berturut-turut adalah 142 mg/dL, 138 mg/dL, 130 mg/dL, 106 mg/dL, dan 93 mg/dL. Waktu pemyimpanan sampel darah pada kotak pendingin mempengaruhi kadar kolesterol total, berdasarkan uji ANOVA didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang sigmifikan Waktu penyimpanan sampel darah pada kotak pendingin yang optimum adalah pada rentang waktu 1 sampai 3 jam dimana kadar kolesterol yang turun tidak signifikan