KARAKTERISTIK FISIKA-KIMIA MADU ODENG GARUT SELATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP UJI INHIBISI Staphylococcus aureus DAN Candida albicans
Kata Kunci:
Odeng Honey, Cakram methode, antimicrobe, FlavonoidAbstrak
Madu pada saat pandemi Covid 19 saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat, sebagai upaya menjaga imunitas tubuh. Madu Odeng salah satu produk madu yang diproduksi dari Garut Selatan, dan madu ini dihasilkan dari lebah Apis dorsetal yang hidup di pohon dengan ketinggian 20-40 meter di pedalaman hutan Garut Selatan. Flavonoid merupakan salah satu senyawa antimikroba turunan senyawa fenol yang terdapat dalam madu odeng Garut Selatan. Flavonoid dapat melawan dan menghambat penyebab infeksi dari Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid yang ada di Madu Odeng Garut Selatan (MOGS) serta mengetahui daya hambatnya terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah true eksperimental dengan metode sumuran dengan variasi konsentrasi MOGS adalah 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% serta kontrol menggunakan aquabidest. Karakteristik MOGS diukur sebagai data sekunder dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada MOGS adalah 0,56% (b/b) dengan karakteristik MOGS yang diuji adalah kadar air yaitu 24,66%, kadar abu sebesar 2,86% dan kadar gula 1,04%. Untuk zona hambat Staphylococcus aureus dan Candida albicans pada penelitian ini tidak terbentuk di semua variasi konsentrasi MOGS. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor seperti kadar air dan kadar abu yang terlalu tinggi melebihi standar SNI 8664 : 2018 2014 untuk kriteria kualitas madu. Sedangkan kandungan Total Flavonoid dalam MOGS sebesar 0,56% (b/B) masih belum mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Maka disarankan untuk produsen MOGS menyesuaikan dengan kriteria standar kualitas madu sesuai SNI sebelum dipasarkan kepada konsumen.