HUBUNGAN KADAR UREUM DENGAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN HEMODIALISIS RUTIN
Kata Kunci:
Ureum, Kreatinin, Hemoglobin, Gagal Ginjal Kronis, AnemiaAbstrak
Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) merusak kemampuan ginjal untuk menghilangkan limbah dan kelebihan cairan, menyebabkan penumpukan produk akhir metabolisme seperti ureum dan kreatinin. Pada pasien hemodialisis, kadar ureum dan kreatinin sering tinggi, sementara kadar hemoglobin cenderung rendah karena berkurangnya produksi eritropoietin oleh ginjal yang esensial untuk produksi sel darah merah. Untuk mengetahui hubungan antara kadar ureum, kreatinin, dan hemoglobin pada pasien hemodialisis rutin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitis dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien hemodialisis rutin 2x seminggu selama bulan Oktober-November 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 41 orang, semua responden adalah perempuan pasien GGK Stadium 5. Data dikumpulkan melalui pengambilan darah dan pemeriksaan ureum, kreatinin, serta hemoglobin sebelum dan sesudah hemodialisis. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji korelasi Spearman's rho. Rata-rata usia responden 49,90 tahun. Nilai rata-rata ureum sebelum hemodialisis 121,37 mg/dL menurun menjadi 91,93 mg/dL setelah hemodialisis. Kadar hemoglobin meningkat dari 7,04 g/dL menjadi 7,83 g/dL setelah hemodialisis, namun masih dalam kategori anemia. Terdapat hubungan signifikan antara ureum-hemoglobin dan menunjukkan korelasi negatif sangat kuat (koefisien -0,801 sebelum HD, -0,778 setelah HD).Hemodialisis efektif menurunkan kadar ureum dan kreatinin, namun peningkatan hemoglobin tidak signifikan karena HD tidak memperbaiki produksi eritropoietin.